Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikan Karakter

Pada zaman sekarang, semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi justru moral para murid yang sedikit banyak mengalami kemerosotan. Masih banyak murid cenderung melupakan adab sopan santun terhadap para guru. Boleh jadi karena menganggap guru sebagai teman. Akan tetapi, seharusnya adab, sopan santun terhadap guru harus tetap dijaga dan diutamakan.

Apakah sopan jika seorang murid berbicara keras kepada gurunya, menyela pembicaraan guru dan lain sebagainya? Sungguh hal itu sangat tidak sopan, dan tidak mencerminkan akhlak yang karimah. Karena itu, sudah semestinya murid diberi pelajaran tentang adab terhadap guru. Agar moral generasi penerus bangsa yang sekarang ini mulai terkikis bisa diperbaiki. 

Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis Ahlu Sunnah wal Jama'ah,  tentu tidak asing dengan berbagai literatur berbahasa Arab seperti yang biasa disebut dengan kitab kuning. Salah satu kitab yang dapat dijadikan acuan untuk mengajarkan bagaimana akhlak dan adab murid terhadap guru adalah kitab Ta’lim Muta’alim karya Sheikh Az-Zarnuji.

Dalam kitab beliau, Ta’lim Muta’alim diterangkan beberapa contoh adab murid terhadap guru, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Seorang murid tidak berjalan di depan gurunya.
  • Tidak duduk di tempat gurunya.
  • Tidak memulai bicara padanya kecuali dengan izin guru.
  • Tidak berbicara di hadapan guru.
  • Tidak bertanya sesuatu bila guru sedang capek atau bosan.
  • Seorang murid harus kerelaan hati guru, harus menjauhi hal-hal yang menyebabkan guru marah, mematuhi perintahnya asal tidak bertentanangan dengan agama.

Selain itu, juga termasuk menghormati guru adalah dengan menghormati pula putra-putra guru, dan sanak kerabat guru. Jangan menyakiti hati seorang guru karena ilmu yang dipelajarinya akan tidak berkah.

Di samping itu, dalam menyampaikan pelajaran tentang adab terhadap guru, penting juga diciptakan lingkungan belajar yang beradab dan penuh sopan santun. Seperti dalam pepatah bahasa Jawa, "guru itu digugu lan ditiru" yaitu seorang guru adalah sosok yang dilihat, diperhatikan oleh muridnya, dan juga dicontoh oleh murid-muridnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang guru selalu menampilkan akhlak yang terpuji didepan murid-muridnya, baik dalam tutur kata maupun tingkah lakunya.

Posting Komentar untuk "Pendidikan Karakter"